Sabtu, 18 Juni 2016



PEMANFAATAN MEDIA BUSANA CARNIVAL UNTUK MENINGKATKAN KREATIFITAS PESERTA DIDIK TATA BUSANA  SMKN 2 JEPARA
TAHUN PELAJARAN 2014/2015




LAPORAN PEMBUATAN KARYA INOVATIF
















Oleh.

INDRIA MUSTIKA, S.Pd, M.Pd
NIP. 19740518 200604 2 004





SMK NEGERI 2 JEPARA
 KABUPATEN JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH
2015

HALAMAN PENGESAHAN


Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala SMKN  2, mengesahkan laporan pembuatan busana carnival guna meningkatkan kreatifitas peserta didik tata busana berjudul:

PEMANFAATAN MEDIA BUSANA CARNIVAL UNTUK MENINGKATKAN KREATIFITAS PESERTA DIDIK TATA BUSANA  SMKN 2 JEPARA
TAHUN PELAJARAN 2014/2015


Karya inovatif pembelajaran di atas dibuat oleh:
Nama                           : Indria Mustika, S.Pd, M. Pd.
NIP                             : 19740518 200604 2 004
Pangkat / Golongan    : Penata / IIIc
NUPTK                       : 4850752653300022

           

Jepara,1 Agustus 2015
Yang Mengesahkan                                                                Guru Pengampu
Kepala SMKN 2 Jepara                                                         

           
Drs. Subandi                                                                          Indria Mustika, S. Pd. M.Pd.
Pembina                                                                                 NIP.19740518 2006042 004
NIP.19650222 199403  004                          






LEMBAR PERNYATAAN


Saya yang bertandatangan di bawah ini :
Nama                           : Indria Mustika, S.Pd, M.Pd.
NIP                             : 19740518 200604 2 004
Pangkat / Golongan    : Penata / III c
NUPTK                       : 4850752653300022

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa karya inovatif pembelajaran yang berjudul

PEMANFAATAN MEDIA BUSANA CARNIVAL UNTUK MENINGKATKAN KREATIFITAS PESERTA DIDIK TATA BUSANA  SMKN 2 JEPARA
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Saya kerjakan bersama peserta didik kelas XI Tata Busana 1 dan 2 .
Apabila terbukti tidak sesuai dengan pernyataan tersebut di atas, saya bersedia menerima sanksi sesuai peraturan  perundang-undangan yang berlaku.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

                                                                                    Jepara, 1 Agustus 2015
Yang membuat pernyataan,


Indria Mustika, S.Pd, M.Pd.
NIP. 19740518 200604 2 004






KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayah-Nya, sehingga seluruh proses pembuatan sampai penulisan laporan Karya Inovatif ini dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Pembuatan karya inovatif ini dapat terlaksana berkat dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara, Ketua Pelestari Ukir, Batik dan Tenun Kabupaten Jepara, Kepala SMKN 2 Jepara, bantuan dan kerja sama dari berbagai pihak yang telah membantu kelancaran pembuatan karya inovasi ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :
  1. Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara yang telah memberikan sarana dan kemudahan dalam bimbingan pembuatan karya inovasi ini.
  2. Ketua Pelestari Ukir, Batik dan Tenun Kabupaten Jepara
  3. Kepala SMKN 2 Jepara yang telah memberikan dukungan dalam memeprsiapkan dan membuat busana carnival
  4. Pengawas SMK Kabupaten Jepara yang telah memberikan nasehat dan bimbingan dalam penyusunan laporan karya inovasi dengan penuh semangat.
  5. Dewan guru SMKN 2 Jepara yang telah membantu mempersiapkan alat dan bahan untuk pembuatan karya inovasi pembelajaran.
  6. Siswa kelas XI  yang telah mengikuti kegiatan dengan baik.

Penulis menyadari bahwa karya inovatif ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu dengan senang hati penulis mengharapkan saran dan masukan yang membangun demi penyempurnaan karya inovasi ini. Akhir kata semoga karya ini bermanfaat, dan menjadi masukan bagi guru dalam menguatkan karakter peserta didik di sekolah tempat mengaabdi.

Jepara,     Agustus 2015


Penulis






DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL …………………………………………………………….
LEMBAR PENGESAHAN ...................................................................................
LEMBARPERNYATAAN  …………………………………………………......
KATA PENGANTAR ………………………………………..…………….........
DAFTAR ISI …………………………………….……….…………………....
DAFTAR GAMBAR/FOTO  …………………………………………………...

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………….
A.      Latar Belakang Masalah ……………………………………………...……
B.       Tujuan ................…………………………………………….…..………......
C.       Manfaat ................…………..……………………………............................

BAB IIKARYA INOVASI PEMBELAJARAN   ……………...………………
A.      Ide Dasar………………………………………………........………….....….
B.       Rancangan……………………………………..…………......………….......
C.       Alat dan Bahan……..…………………………………………..………....…
D.      Proses Pembuatan ..........................………………………............................
E.       Penggunaan dalam Pembelajaran……………………………..………..........

BAB IIIPENUTUP .................................................……………….……….........
A.      Simpulan ………………………………………………..………...……...….
B.       Saran ……………………………………………………………...………...
Lampiran RPP. ......................................................................................................


i
ii
iii
iv
v
vi

1
1
3
3

4
4
4
5
6
11

16
16
16
17





DAFTAR GAMBAR/FOTO

Gambar 1. Skema alur pembuatan baju carnival ...................................................
Gambar 2. Penyiapan bahan utama berupa matras ............................................
Gambar Halaman 3. Mengukur matras sesuai dengan ukuran ....................................
Gambar 4. Memotong kain sesuai dengan bentuk desain ........................................
Gambar 5. Membuat ornamen untuk hiasan .............. .........................................
Gambar 6. Memasang garnitur ...........................................................................
Gambar 7. Menempelkan bagan dengan tripelks  ..............................................
Gambar 8. Menyiapkan bagan setelah amandemen .................................................
Gambar 9. Membuat gantungan dari pipa paralon ..............................................
Gambar 10. Alat peraga siap digunakan ...............................................................
Gambar 11. Membuat kotak kecil untuk ditempelkan pada bagan ........................
Gambar 12. Kotak tulisan ditempelkan pada bagan ......................................................
Gambar 13. Bagan lembaga negara siap digunakan ..................................
Gambar 14-20. Pemanfaatan alat peraga oleh siswa .....................................................

5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan sebagai suatu proses mempunyai dua sisi yang saling berkaitan. Pendidikan bukan sekedar transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) tapi lebih kepada transfer normatif (transfer of values). Jadi tujuan akhir pendidikan adalah menciptakan manusia seutuhnya yang memiliki ilmu pengetahuan dan nilai-nilai karakter yang kuat.
Setelah diundangkannya Undang-undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan  Nasional, kita selaku  insan pendidikan harus mengacu  pada aturan tersebut. Di dalam peraturan tersebut telah tertuang hal-hal sebagai berikut: pendidikan nasional bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pembelajaran merupakan suatu sistem yang menumbuhkan kemampuan seorang guru untuk melakukan pembelajaran secara keseluruhan. Dalam pembelajaran di kelas hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana guru dapat mengelola pembelajaran dengan baik sehingga siswa mampu memahami dan dapat memperoleh prestasi yang maksimal. Oleh karena itu guru dituntut dapat menangani kesulitan belajar yang dialami oleh siswa itu sendiri. Selain itu tenaga pendidikan dituntut mengenali kondisi belajar.
Menurut Undang-Undang No.20 tahun 2003 pasal 1, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Berdasarkan Undang-Undang No.20 tahun 2003 pasal 1 di atas, pendidikan adalah usaha yang dilakukan oleh guru melalui proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran akan tercapai jika proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru sesuai dengan karakteristik siswa.
Guru mempunyai peranansangat penting. Selain sebagai pengajar, juga sebagai pembimbing dan pendidik. Namun kenyataannya peran itu sering dilupakan. Pendidikan dan pengajaran dilakukan hanya sekedar pemberian informasi. Hal itulah yang membuat siswa merasa bosan, sehingga pembelajaran tidak menarik minat siswa, dan akhirnya berdampak pada rendahnya prestasi belajar.
Dari tujuan di atas dapat diambil makna bahwa proses pembelajaran  yang dilaksanakan oleh guru dan siswa di sekolah hendaknya memberikan bekal berupa moral, sikap dan berbagai ketrampilan. Karena dari hal-hal tersebut akan menjadi bekal kelak jika terjun di masyarakat. Terlebih lagi di era globalisasi saat ini,tanpa bekal yang cukup siswa tidak akan siap menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Pada  pembelajaran tata busana dan desain busana masih dianggap sebagai konsep ilmu yang yang tidak mudah untuk diikuti walaupun materi tersebut sebenarnya tidak terlalu sukar. Rendahnya pemahaman siswa pada materi tersebut karena penggunaan metode pembelajaran yang kurang sesuai. Dengan adanya metode ceramah yang dominan,siswa bosan dan enggan terlibat aktif dalam pembelajaran. Perlu model, strategi atau metode pembelajaran yang sesuai agar siswa menguasai konsep tersebut. Hal ini merupakan tantangan bagi guru untuk memperbaikinya. Jangan hanya menyalahkan siswa saja namun guru harus mengintrospeksi dirinya, sudah sesuai atau belum proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas.
Berdasarkan uraian diatas pembelajaran kompetensi kejuruan materi desain busana  masih kurang dari kondisi ideal yang diharapkan. Siswa belum memiliki kreatifitas yang kuat dan keinginan berkarya masih belum memuaskan. Guru berusaha meningkatkan krestifitas siswa pada materi tersebut melalui media yang sesuai. Guru merangkai sebuah alat peraga berupa busana carnival yang dapat diwujudkan dan dipresentasikan dikalangan umum. Hal ini akan membuat siswa bangga dan termotivasi untuk membuat dan menumbuhkan jiwa kreatifitas dan enterpreneur saat mereka terjun ke masyarakat. Out put dari SMKN 2 Jepara adalah penyedia tenaga kerja dan diharapkan ada nilai tambahnya yaitu dapat membuka lapangan kerja sendiri dengan membuka jasa pembuatan busana.

B.     Tujuan
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis dapat merumuskan tujuan inovasi pembelajaran adalah sebagai berikut.
Untuk meningkatkan kreatifitas dan aktivitas belajar  siswa pada materi desain busana siswa kelas XI tata busana semester genap tahun pelajaran 2014/2015 melalui metode berbantuan pembuatan busana carnival.

C.    Manfaat
Penelitian ini diharapkan dapat memiliki manfaat kepada berbagai pihak antara lain  sebagai berikut :
a.      Bagi siswa
1)      Dapat meningkatkan kreatifitas siswa dalam mata diklat desain busana .
2)      Mengikuti proses pembelajaran dengan perasaan senang, kreatif dan aktivitas belajar  yang tinggi.
b.      Bagi Guru
1)      Dengan adanya inovasi pembelajaran, guru memiliki pengetahuan, dan ketrampilan, khususnya dengan memanfaatkan karya busana sederhana dalam pembelajaran di kelas.
2)      Guru dapat berinovasi dalam pembelajaran di dalam dan di luar kelas.
3)      Guru dapat  mencari solusi atau pemecahan masalah pembelajaran yang ada di kelas.
c.         Bagi sekolah
1)      Sekolah akan sangat diuntungkan dengan adanya perbaikan pembelajaran oleh guru melalui Inovasi Pembelajaran.
2)      Dengan adanya pembelajaran yang inovatif akan meningkatkan aktivitas belajar anak yang  akan bermuara pada peningkatan hasil belajar siswa.
3)      Hasil belajar yang baik akan mempengaruhi prestasi sekolah secara umum.
4)      Menguatkan eksistensi sekolah di kalangan masyarakat
 
BAB II
KARYA INOVASI PEMBELAJARAN

A.    Ide Dasar
Pembelajaran harus dilakukan dengan baik dan menyenangkan untuk memperoleh hasil yang optimal. Pembelajaran tanpa dilakukan dengan suasana yang menyenangkan akan terasa membosankan dan anak cenderung malas malasan. Oleh karena itu guru wajib memberikan suasana yang meyenangkan sesuai dengan keseharian siswa.
Pembelajaran Kompetensi Kejuruan terutama materi Desain Busana dianggap sebagai materi yang tidak mudah diikuti oleh siswa. Guru ingin menciptakan suasana pembelajaran yang aktif dan kreatif sesuai spesialisasi sekolah kejuruan sehingga diharapkan akan meningkatkan minat siswa terhadap materi tersebut. Dengan adanya minat yang tinggi diharapkan akan mendongkrak hasil belajar siswa.
Dengan adanya kondisi yang demikian sulit kiranya jika diharapkan siswa memperoleh hasil belajar yang optimal. Untuk menciptakan suasana belajar aktif dan kreatif guru mempunyai ide untuk membuat alat peraga yang dapat membangkitkan kreatifitas belajar siswa. Adanya alat atau media yang membangkitkan minat diharapkan akan meningkatkan hasil belajar siswa.

B.     Rancangan
Pada pembelajaran kali ini busana carnival dirancang dalam bentuk replika pada boneka baarbie terlebih dahulu dalam bentuk yang sederhana berbahan kain batik dan tenun troso khas Jepara. Alat peraga akan dimanfaatkan pada pembelajaran Standar Kompetensi Mendeskripsikan  prinsip desain dalam pembelajaran sehari-hari 2.2  Adapun diagram alur yang merupakan langkah pembuatan alat peraga tersebut adalah sebagai berikut:








Ide Dasar
Pengumpulan alat dan bahan
Pembuatan alat peraga
Latar Belakang
Pelaksanaan Pembelajaran (Penggunaan Alat Peraga Pembelajaran )
Persiapan Pembelajaran (RPP)
Rancangan Alat Peraga
 















Gambar 1. Skema Alur Pembuatan Alat Peraga

C.    Alat dan Bahan
Alat dan bahan pembuatan media tersebut antara lain:
1.      Matras
2.      Kain batik dan tenun troso
3.      Kawat .
4.      Lem bakar.
5.      Pita .
6.      Renda
7.      payet
8.      gunting  .
9.      cutter.
10.  Meteran/pengukur.
11.  kayu.



D.    Proses Pembuatan
Cara pembuatan media ini sangat sederhana. Selengkapnya pembuatannya dapat kita lihat pada urutan gambar di bawah ini.
1.      Pertama, penyiapan bahan berupa matras, renda, pita, lem, kain batik dan tenun

Gambar 2.
Penyiapan bahan utama berupa matras, kain batik, dan  tenun

2.      matras dipotong sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan yaitu sesuai desain ornamennya

Gambar 3.
Mengukur matras dan menempel kain sesuai dengan kebutuhan

3.      Memotong matras sesuai dengan ukuran.

Gambar 4.
Memotong matras sesuai ukuran yang sudah dibuat

4.      Membuat ornamen dengan pita, renda, payet pada matras.
Gambar 5.
Membuat ornamen dari matras renda, pita



5.      Ornamen  yang sudah dibuat ditempeli pita, renda.


Gambar 6.
Menempelkan pita, renda, payet pada matras

6.      Membuat rangkaian ornamen.

Gambar 7.
Membuat rangkaian ornamen






7.      Guru menyiapkan juga rok dan camisol

Gambar 8.
Menyiapkan rok dan camisol

8.      Membuat sayap


Gambar 9.
Membuat saya
9.      Alat peraga siap diragakan dan dipresentasikan.

Gambar 10.
Alat peraga siap dipresentasikan

10.  Tahap selanjutnya guru memajang media busana carnival di etalase agar dpat dilihat dan dinikmati siswa

Gambar 11.
Membuat asesoris yang pantas untuk dikenakan pada busana carnival


11.  Guru mencoba pada siswa peraga

Gambar 12.
Peragaan oleh siswa

12.  Busana carnival siap dikenakan dalam even Jepara batik tenun carnival sebagai media presentasi karya

Gambar 13.
Busana carnival diperagakan oleh siswa di even Jepara Fashion Week 2015
E.     Penggunaan dalam Pembelajaran
Alat peraga pembelajaran ini digunakan dalam pembelajaran Kompetensi Kejuruan materi Mendeskripsikan  prinsip desain. Adapun RPP dari penggunaan peraga tersebut terlampir pada bagian akhir laporan ini.

Gambar 14.
Gambar pemanfaataan alat peraga yang diperagakan oleh siswa

Pada gambar diatas nampak guru memberi petunjuk cara penggunaan alat peraga. Siswa mengenakan busana carnival sesuai urutan cara memekainya..


Gambar 15.
Gambar pemanfaataan alat peraga di luar kelas

Anak-anak secara aktif dan senang serta semangat dalam mencoba busana carnival sebagai media  yang tersedia. Di sini dituntut kecermatan siswa untuk memilih desain dan warna yang sesuai denagn bentuk desain busananya. Masing-masing siswa mencoba busana carnival yang berbeda.

Gambar 16.
Gambar pemanfaataan alat peraga

Satu siswa harus mencoba membuat busana carnival yang berbeda. Fungsinya adalah agar mereka memiliki kemampuan dalam membuat busana carnival dan kreatif mengembangkan bentuknya untuk dipresentasikan. Dengan demikian mereka dapat menerima pesanan dari masyarakat luas saat ada even yang membutuhkan busana carnival.
Ada siswa yang menguji kemampuannya dengan mengenakan bussana carnival untuk presentasi pada pameran karya pembangunan di Java Mall Semarang
Siswa yang lain merasa bangga mengenakan media desain busana dalam bentuk busana carnival yang mampu meningkatkan motivasi, spirit, kreatifitas dalam belajar.
Pada akhir pembelajaran guru memberikan simpulan dari materi perkembangan mode busana tersebut bahwa bagan tersebut bermanfaat untuk membantu siswa meningkatkan kreatifitas dalam mendesain busana dalam menerapkan prinsip-prinsip desain.



 

BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
Penggunaan media deain busana ini membuktikan bahwa dengan adanya kreatifitas guru dalam merancang karya inovatif pembelajaran akan membantu proses belajar siswa. Alat pembelajaran tersebut akan membantu meningkatkan kreatifitas siswa terhadap konsep tentang mendeskripsikanprinsipdesain. Pemahaman tersebut akan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi desain busana tentang prinsipdesainbusana.
         Pembuatan karya inofatif ini terbukti mampu meningkatkan kreatifitas dan motivasi belajar siswa, terbukti nilai dan karya yang dihasilkan menjadi semakin beragam dan berkualitas. Kreatifitas dalam memanfaatkan bahan yang tersedia menjadikan siswa berani menerima pesanan dari pihak luar.  Hal ini membuktikan bahwa media busana carnival mampu meningkatkan jiwa kreatifitas dan enterpreneur atau kewiraausahaan siswa.

B.     Saran
Denganadanyauraiandarisimpulandiatasmakapenulisinginmemberikan saran kepadaberbagaipihakantara lain:
1.      Bagisiswa
Siswahendaknyadalammengikutipelajaranbersungguh-sungguh terutama dalam memanfaatkan media pembelajaran. Siswa harus menggunakan alat-alat pembelajaran sesuai dengan petunjuk guru agar pemanfaatannya bisa optimal. Dengan mengetahui media busana carnival mampu memukau masyarakat diharapkan siswa berani menerima pesanan pembuatan busana  carnival sebagai implementasi pembelajaran desain dan wirausaha.
2.      Bagi guru
Dengankeberhasilanpenggunaan alat peraga busana carnival, hendaknya guru tidak berhenti berinivosi dalam pembelajaran. Guru seharusnya menciptakan inivasi-inovasi baru untuk menunjang pembelajaran terutama di kelasnya.
3.      BagiSekolah
Sekolahterutamakepalasekolahhendaknyamemberikandoronganbagipara guru untukmelakukaninovasipembelajaran agar dapatmeningkatkanhasilbelajardanpemahamansiswaterhadapsemuamateri.Sekolah memberikan fasilitas yang lebih luas untuk mengangkat keunggulan produk sekolah untuk media promosi dan penguatan keberadaan sekolah ditengah-tengah masyarakat yang penuh persaingan.
Sebagaitindaklanjutdarikegiataniniadalahanakmenerimapemesanandarimasyaraatdaninstansipemerintahdalammenyamnbut even Jepara Fashion Carnival 2015 bulan April ini. Adapunpetunjukdalamproyektersebutadalahbekerjasamadenganketua Festival KartiniKabupatenJepara.
































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )




Minggu, 24 April 2016

JEPARA BATIK TENUN CARNIVAL 2015



JEPARA BATIK TENUN CARNIVAL 2015
Bermula dari keinginan untuk mengangkat nilai batik dan tenun yang belum kokoh.  Muncullah gagasan untuk memamerkan keanekaragaman motif batik dan tenun Jepara yang luar biasa dalam kemasan Jepara Batik Tenun Carnival. Bermodal semangat yang besar dan kegigihan dalam berkarya, didukung sepenuhnya oleh pemerintah daerah Jepara dan masyarakat pengrajin batik tenun, tim kreatif SMKN 2 Jepara bimbingan Indria Mustika dan Seniman serba bisa Bayu “Penceng” Supriyanto mengerjakan sejumlah baju-baju Carival.
Akhirnya, usaha dan kerja keras panitia menghasilkan 30 busana carnival yang indah dan bernilai seni tinggi. Selain dari tim kreatif SMKN 2 Jepara dan Bayu Penceng ada partisipasi luar biasa dari sekolah-sekolah dan SKPD-SKPD lain yang meramaikan Jepara batik Tenun Carnival ini. Tidak kurang dari 100 baju carnival  yang ikut parade.  Jumlah ini sudah melampaui target panitia yang hanya 50 busana.
Adapun pesertanya berasal dari semua kalangan, dari TK PAUD SD SMP SLTA Umum.
Carnival tahun ini tidak dilombakan karena baru memberikan gambaran pada masyarakat tentang baju carnival, untuk tahun depan panitia beharap akan ada lagi Jepara Batik Tenun dan Ukir Carnival yang akan dilombakan. Dengan menyentuh kreatifitas dari kalangan batik, tenun dan ukir Jepara yang menjadi cirri khasnya.

Senin, 18 April 2016

perjuangan yang tak tercatat

Perjuangan yang tak tercatat sepertinya hal yang tak dianggap Namun benarkah itu hal yang sia-sia? perjuangan yang manakah, perjuangan apakah yang tak dianggap ?
saat semangat dan harapan menjad tak tertampung, saat energi jiwa menjadi begitu menggelora, dengan gagah perkasa kumelangkah di dunia yang sangat mewakili jiwa.
Jika orang berkata bekerja dengan hati maka aku berkata hati bekerja maka hasil yang indah akan menjadi terwujud.

Rabu, 09 Maret 2016

Pemilihan Busana berdasar Faktor Individu

Pemilihan Busana berdasar Faktor Individu



Hasil gambar untuk gambar desain busanaJika kita perhatikan secara teliti, khususnya tentang busana yang dipakai oleh masing-masing individu dapat disimpulkan bahwa setiap manusia mengenakan pakaian yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini tidak hanya terdapat pada model pakaian saja, tetapi juga terdapat perbedaan dalam pemilihan bahan busana seperti perbedaan warna, motif, tekstur dan lain-lain sebagainya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut antara lain:
a. Bentuk tubuh
Bentuk tubuh manusia tidaklah sama satu dengan lainnya, perbedaan tersebut disebabkan oleh perkembangan biologis serta perbedaan tingkat umur. Setiap manusia mengalami irama pertumbuhan yang berbeda-beda, ada yang gemuk pendek, kurus tinggi, gemuk tinggi dan kurus pendek. Maka dari itu, sewajarnyalah kita di dalam membuat atau memilih busana harus mengenali terlebih dahulu bentuk tubuh masing-masing. Karena tidak semua busana dapat dipakai oleh semua orang, dengan kata lain model busana untuk orang gemuk jelas tidak cocok untuk orang yang bertubuh kurus, begitu juga sebaliknya. Maka, di dalam memilih busana mengenali bentuk tubuh sangatlah penting.
Bentuk tubuh ideal sangatlah didambakan oleh semua orang, karena hampir semua desain busana dapat dipakainya, sehingga bentuk tubuh ideal merupakan dambaan semua orang.
Adapun yang dimaksud dengan tubuh ideal untuk seorang wanita, menurut Enna Tamimi (1982:41) bentuk badan yang ideal mempunyai ukuran lingkar dada dan pinggul yang sama besar.
Ukuran pinggang sekurang-kurangnya 10 cm lebih kecil dari ukuran dada atau pinggul, serta letak garis pinggang pada batas ¾ tinggi badan yang diukur dari kepala. Dengan kata lain jika letak garis pinggang di bawah atau di atas ¾ tinggi badan serta lingkar pinggang yang hampir sama besar dengan lingkar badan dan lingkar pinggul, maka ukuran yang begini termasuk ukuran yang kurang ideal.
Bentuk tubuh yang kurang ideal ini banyak pula macamnya, ada yang gemuk pendek, kurus tinggi, kurus pendek, bahkan ada yang bungkuk, panggul terlalu kecil, bidang bahu terlalu lebar atau terlalu sempit. Semua bentuk tubuh ini termasuk bentuk tubuh yang tidak ideal, karena masing-masingnya memiliki kelemahan atau kelainan. Kelemahan-kelemahan ini dapat disembunyikan dengan memilih desain pakaian yang sesuai dengan bentuk tubuh masing-masing, setiap kekurangan tersebut dapat ditutupi dengan busana yang dipakai.
Untuk seseorang yang bertubuh gemuk pilihlah desain yang memberi kesan melangsingkan, dan yang bertubuh kurus memilih desain yang memberikan kesan menggemukkan. Desain busana untuk seseorang yang bidang bahunya sempit pilihlah desain yang memberikan kesan melebarkan, untuk seseorang yang memiliki buah dada terlalu kecil atau terlalu besar, semua ini perlu mendapat perhatian yang serius sebelum membuat busana agar busana yang serasi dengan bentuk tubuh dapat diwujudkan.
b. Umur
Umur seseorang sangat menentukan dalam pemilihan busana, karena tidak seluruh busana cocok untuk semua umur.
Perbedaan tersebut tidak saja terletak pada model, tetapi juga pada bahan busana, warna, serta corak bahan. Busana anak-anak jauh sekali bedanya dengan busana remaja dan busana orang dewasa. Untuk itu di dalam pemilihan busana yang serasi usia pemakai merupakan kriteria yang tidak dapat diabaikan.
c. Warna Kulit
Warna kulit adalah suatu hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih busana. Walaupun warna kulit orang Indonesia disebut sawo matang, namun selalu ada perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Maka, hal ini hendaknya mendapat perhatian supaya busana yang dipakai betul-betul sesuai dengan sipemakai
d. Kepribadian
Kepribadian merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan dalam memilih busana.
Ada beberapa tipe kepribadian yang sangat mempengaruhi dalam pemilihan busana tersebut, antara lain :
1) Tipe Feminim
Orang yang bertipe feminim memiliki sifat, lemah lembut, pemalu, suka menjauhkan diri dari perhatian umum, perasaannya halus. Untuk orang yang bertipe feminim ini sangat cocok desain busana yang memakai garis lengkung, seperti; rok pias, rok kembang dan lain-lain. Warna busana yang cocok adalah warna yang telah dicampur dengan warna abu-abu, setiap warna yang di campur dengan warna abu-abu maka hasilnya akan menjadi warna yang buram. Misalnya warna merah dicampur dengan warna abu-abu, maka warna merahnya menjadi merah redup. Warna kuning dicampur dengan warna abu-abu, maka warna kuningnya menjadi redup. Warna biru dicampur dengan warna abu-abu, maka warna birunya menjadi redup. Semua warna yang dicampur dengan warna abu-abu, cocok untuk orang yang bertipe feminim. Tekstur yang cocok untuk tipe feminim ialah tekstur yang lembut, halus dan ringan. Motif yang dipakai sebaiknya motif yang kecil-kecil.
2) Tipe Maskulin
Tipe maskulin adalah orang yang memiliki sifat terbuka, agresif, tenang, dan percaya diri. Untuk orang yang bertipe ini desain busana yang cocok adalah model yang tidak terlalu banyak variasi dan memakai garis yang tegas; seperti :
memakai kerah minamora, kerah kemeja dan lain-lain. Warna-warna cerah sangat cocok untuk kepribadian maskulin.
Tekstur sebaiknya dipilih yang tebal, berat dan bermotif. Motif geometris lebih cocok dipakai dari pada motif bunga-bunga.
3) Tipe Intermediet
Tipe intermediet, umumnya mempunyai kepribadian diantara kedua tipe di atas. Desain busana yang cocok untuk oarang yang bertipe intermediet adalah model yang memakai garis vertikal, garis horizontal dan garis diagonal. Pemilihan warna busana untuk orang yang berkepribadian seperti ini sebaiknya disesuaikan dengan warna kulit. Apabila warna kulitnya cerah, pilihlah warna panas. Untuk orang yang tenang hindari warna yang kontras dan sebaiknya memilih warnawarna dingin. Hindari memakai tekstur yang mengkilat dan tekstur yang terlalu halus.