Saat gaung sertifikasi bagi guru semakin berat dan bertele-tele, dengan UKA-UKAnya yang membutuhkan keberanian, PLPGnya yang kadang membuat ketakutan dan terkesan menjadi ajang pendadaran bagi guru-guru yang dikategorikan kurang profesional meskipun sudah makan asam garam dalam melaksanakan tugasnya mencerdaskan anak bangsa, apakah terpikirkan bagaimana saratnya tugas seorang guru sebenarnya.
Sebelum seorng guru menjalankan tugasnya dalam KBM, maka dia harus menyiapkan dahulu segala sesuatunya dengan baik dan terencana matang, karena lebih kompleks dampaknya dibandingkan dengan taruhan nyawa, tetapi mengajar dan mendidik berkaitan dengan kehidupan pemikiran generasi ke generasi. Kesalahan konsep yang ditanamkan pada satu generasi akan menurun kesalahan konsep ke generasi berikutnya begitu seterusnya. Sangat Berbahaya dan Perlu diperhatikan betul.
Langkah pertama seorang guru sebelum masuk kelasnya yang pertama yang harus disiapkan adalah; memahami apa yang akan disampaikan pada siswa. setelah memahami kemudian membuat perencanaan mengajar yang disusun dalam bentuk silabus. Jadi seorang guru sebelum menjalankan tupoksinya harus mampu membuat silabus bahan ajar yang akan disampaikan pada siswa.
Dalam silabus terdapat SK/KD yang sudah dibuat standart oleh pemerintah, tugas guru adalah menjabarkannya menjadi indikator-indikator yang dapat mencerminkan kemampuan dari SK/KD. Dalam menentukan indikator juga harus dikuasai kemampuan apa saja yang dapat mencerminkan suatu kompetensi dasar itu dapat tercapai, bagaimana mengmbangkan indikator yang tepat dan baik, setelah membuat indikator dilanjutkan materi apa yang tepat untuk bisa mewujudkan indikator. Pemilihan materi ini jangan sampai terlalu meluas, cukup singkat padat dan mampu memotivasi siswa untuk mengembangkan daya pikirnya.
Tidak berhenti sampai materi, tugas guru masih ada yaitu menentukan aktifitas atau kegiatan apa yang tepat dalam mendukung materi.
Bagaimana mengukur keberhasilan pembelajaran nanti, denngan atau tanpa tes, jika dengan tes, tes apa yang tepat untuk mengukurnya, bagaimana cara membuat tes, bagaimana bentuknya, bagaimana cara menilainya, bagaimana cara menentukan soal, bagai mana membuat soal yang representatif, bagaimana menyimpulkan hasil tes.
Jika semua itu dilakuan sebelum masuk kelas, tentu apa yang akan dilakukan di depan elas terlihat terencana dan terprogram dengan baik dan matang.
Namun...bukankah aktifitas itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. lalu bagaimana dengan jam minimal seorang guru yang dapat sertifikasi, jika 24 jam tatap muka sudah menyita waktunya dalam seminggu, lalu kapan waktu untuk menyiapkan atau menyususn perencanaan pengajaran??????
ih terlalu .....
Senin, 22 Juli 2013
Penilaian...evaluasi...
Saat penilain atau evaluasi dilaksankan tentu ada rasa cemas dan berdebar. Entah itu evaluasi siswa didik, evaluasi pendidik, evaluasi program dan evaluasi apapun. Yang namanya evaluasi adalah pengulasan tentang segala sesuatu yang telah dijalankan selama kurun waktu tertentu. Sebuah kegiatan yang baik tentu harus dilakukan dengan proses yang baik pula. Adapun kegiatan yang baik adalah didahului dengan adanya perencanaan, bisa dibilang perencanaan adalah separuh dari keberhasilan suatu program kegiatan.
Mengapa demikian?
Perencanaan adalah suatu langkah yang memuat tentang apa dan bagaimana suatu kegiatan itu dilaksanakan. Perencanaan memberikan petunjuk apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dari suatu kegiatan. Meskipun tidak semua kegiatan harus didahului dengan perencanaan. Namun bagi kita yang ingin berhasil atas apa yang akan menjadi kegiatan kita tentu haruslah direncanakan terlebih dahulu.
Itulah pentingnya suatu perencanaan.
Dalam suatu kegiatan tentu akan ada evaluasi atau penilaian terhadap keberhasilan kegiatan itu.
Sudah sesuaikah hasil yang diperoleh dengan harapan yang sudah direncanakan, sudah mencapai hasil yang optimalkah kegiatan yang dilakukan. Untuk dapat menyimpulkan keberhasilan dari suatu program tentu harus ada evaluasi. dari evaluasi inilah diketahui prosesnya berjalan baik dan benar. Kalaupun ada kendala yang menghadang pada saat proses kegiatan, tentu akan dapat dipelajari langkah-langkah yang harus ditempuh untuk memperbaiki prosesagar kendala dapat dimninimalisir.
Minggu, 30 Juni 2013
dari tulisan seorang yang memiliki kepedulian terhadap keadaan yang mengiris hati..tentang negara tercinta......
Ironi Payung Berlubang
Seorang nenek tua berjalan tertatih-tatih
di lorong yang belum beraspal di pagi yang tidak bersahabat. Sebab
pagi itu hujan mengguyur demikian lebat. Namun kondisi itu
tak menyurutkan langkah nenek tua itu menuju pasar di
desanya. Karena hujan, ia membungkus bakul berisi barang dagangannya
dengan plastik dan mengikatnya dengan pelepah pisang. Sementara untuk
melindungi kepala dan badannya dari derasnya air hujan, tangan kanannya
memegang payung sementara tangan yang lain menenteng ikatan daun pisang. Telah
lebih 45 tahun ibu tua itu berjualan pecel dan
tumis kangkung.
Ibu tua itu sadar. Ia sepenuhnya tidak dapat berlindung dari terpaan air hujan yang disertai angin kencang. Karena ia tahu, payung yang telah usang itu telah robek di beberapa bagian. Payung itu tetap saja tak mampu menahan derasnya air hujan. Ibu tua itu tetap basah kuyup. Kulit keriputnya nampak bergetar menahan dinginnya pagi.
****
Hiruk pikuk pembahasan kenaikan BBM benar-benar membuat Kang Doel galau. Bukan pada harga yang kemudian ditetapkan, premium menjadi sebesar Rp. 6.500 per liter, tapi justru pada proses pembahasannya dan juga pada cara-cara menyampaikan pendapat dalam proses pembahasan.Kang Doel mengerti sudut pandang yang berbeda menghasilkan kesimpulan yang berbeda pula.
Sebuah episode demokrasi yang menurut Kang Doel tidak sepatutnya menjadi teladan anak – cucu. “ Yang, nek domonstrasi kok mesti ono tukaran polisi karo mahasiswa ya. Malah ono motor sing di bakar barang?” tanya Bintang, cucu saya yang baru naik kelas tiga SD.
Hal yang sama juga ditanyakan ketika melihat bagaimana cara-cara anggota DPR yang terhormat menyampaikan argumentasinya saat membahas RAPBN Perubahan. “ Koyo wong tukaran nang pasar ya Kung” katanya sambil tertawa. Namun itu pulalah yang membuat Kang Doel semakin risau.
Kerisauan itu pula yang ditanyakan Kang Doel kepada Klepon. “Payung kita telah berlubang Kang. Dibentangkan tapi tak lagi aman karena bocor dan kita tak pernah berusaha menembelnya. Pusaka kita juga tak lagi sakti Kang karena kita tidak pernah merawatnya apalagi menjamasnya sebagaimana pitutur luhur leluhur kita. Tabir telah di bentangkan Kang, tetapi rohnya tak lagi dipahami secara benar. Sayap burung garuda kita juga telah semakin lemah Kang” ujar Klepon yang menambah pernyataannya dengan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Direktorat Jendral Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri.
“Kang ternyata banyak pelajar yang tak hafal urutan Pancasila. Mereka sering terbalik-balik mengucapkan Pancasila. Apalagi kelompok lain. Kalau hafal saja tidak, bagaimana mereka bisa menjadikan Pancasila sebagai pegangan hidup dan mengamalkannya dalam kehIdupan berbangsa dan bernegara?” ujar Klepon semakin dalam.
Namun Klepon tak sedikitpun menyalahkan para pelajar yang tak hafal dan bahkan tak mengerti Pancasila. “Coba saja amati Kang, Pancasila semakin jarang kita dengar Kang. Apalagi substansinya. Keberadaan Pancasila seperti payung yang berlubang Kang. Ironisnya kita sendiri yang menusuknya dengan pisau saat payung itu memayungi kita dari badai. Mestinya sebagai idiologi negara Pancasila harus memayungi proses reformasi agar tetap pada track yang benar, “ reinventing and rebuilding” bangsa Ini. Tetapi siapa peduli itu Kang? Menyedihkan Kang, Ibu Pertiwi kita begitu kedinginan dan kita justru menusuk kembali payung kita, tidak lagi dengan pisau tetapi dengan pedang sehingga payung itu robek semakin lebar, ujar Klepon yang semakin putus asa. (*)
Reaksi Klepon terhadap keresahan eyangnya Bintang....
Ibu tua itu sadar. Ia sepenuhnya tidak dapat berlindung dari terpaan air hujan yang disertai angin kencang. Karena ia tahu, payung yang telah usang itu telah robek di beberapa bagian. Payung itu tetap saja tak mampu menahan derasnya air hujan. Ibu tua itu tetap basah kuyup. Kulit keriputnya nampak bergetar menahan dinginnya pagi.
****
Hiruk pikuk pembahasan kenaikan BBM benar-benar membuat Kang Doel galau. Bukan pada harga yang kemudian ditetapkan, premium menjadi sebesar Rp. 6.500 per liter, tapi justru pada proses pembahasannya dan juga pada cara-cara menyampaikan pendapat dalam proses pembahasan.Kang Doel mengerti sudut pandang yang berbeda menghasilkan kesimpulan yang berbeda pula.
Sebuah episode demokrasi yang menurut Kang Doel tidak sepatutnya menjadi teladan anak – cucu. “ Yang, nek domonstrasi kok mesti ono tukaran polisi karo mahasiswa ya. Malah ono motor sing di bakar barang?” tanya Bintang, cucu saya yang baru naik kelas tiga SD.
Hal yang sama juga ditanyakan ketika melihat bagaimana cara-cara anggota DPR yang terhormat menyampaikan argumentasinya saat membahas RAPBN Perubahan. “ Koyo wong tukaran nang pasar ya Kung” katanya sambil tertawa. Namun itu pulalah yang membuat Kang Doel semakin risau.
Kerisauan itu pula yang ditanyakan Kang Doel kepada Klepon. “Payung kita telah berlubang Kang. Dibentangkan tapi tak lagi aman karena bocor dan kita tak pernah berusaha menembelnya. Pusaka kita juga tak lagi sakti Kang karena kita tidak pernah merawatnya apalagi menjamasnya sebagaimana pitutur luhur leluhur kita. Tabir telah di bentangkan Kang, tetapi rohnya tak lagi dipahami secara benar. Sayap burung garuda kita juga telah semakin lemah Kang” ujar Klepon yang menambah pernyataannya dengan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Direktorat Jendral Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri.
“Kang ternyata banyak pelajar yang tak hafal urutan Pancasila. Mereka sering terbalik-balik mengucapkan Pancasila. Apalagi kelompok lain. Kalau hafal saja tidak, bagaimana mereka bisa menjadikan Pancasila sebagai pegangan hidup dan mengamalkannya dalam kehIdupan berbangsa dan bernegara?” ujar Klepon semakin dalam.
Namun Klepon tak sedikitpun menyalahkan para pelajar yang tak hafal dan bahkan tak mengerti Pancasila. “Coba saja amati Kang, Pancasila semakin jarang kita dengar Kang. Apalagi substansinya. Keberadaan Pancasila seperti payung yang berlubang Kang. Ironisnya kita sendiri yang menusuknya dengan pisau saat payung itu memayungi kita dari badai. Mestinya sebagai idiologi negara Pancasila harus memayungi proses reformasi agar tetap pada track yang benar, “ reinventing and rebuilding” bangsa Ini. Tetapi siapa peduli itu Kang? Menyedihkan Kang, Ibu Pertiwi kita begitu kedinginan dan kita justru menusuk kembali payung kita, tidak lagi dengan pisau tetapi dengan pedang sehingga payung itu robek semakin lebar, ujar Klepon yang semakin putus asa. (*)
Reaksi Klepon terhadap keresahan eyangnya Bintang....
Namun .... ibu pertiwi yang menangis tak bisa dibiarkan, lalu apa
yang bisa membuatnya tersenyum dan sedikit melalaikan kepedihannya?
Mungkin dengan bergandeng tangan bersama menyibak
tabir yang terlanjur membentang, menambal payung yang telah berlubang-lubang
yang pernah tertusuk pedang dengan secarik kain sutera yang kita tenun dengan
segenap jiwa dan rasa cinta, menjahitnya dengan benang emas semangat kita yang
masih tersisa. Meski sudah terkoyak karena usia dan keteledoran kita dalam
merawatnya semoga belum terlambat untuk menjadikannya kembali mampu
menaungi dari curahan hujan yang masih saja deras membasahi bumi pertiwi
dengan tanpa perduli.
Dengan bergandeng tangan eratkan genggaman jemari kita
dengan penuh rasa setia dan rela meski sempat basah dan lelah jiwa kita
namun masih ada semangat menggelora tuk kembali tegakkan Pancasila. Memang
tidaklah mudah untuk berdiri lagi ...namun dengan tulus dan tak mudah
menyerah kembalikan eksistensinya kembalikan kesaktiannya yang memang masih
terpancar dari jiwa kita yang paling dalam. Kang Doel.. generasi setelah kita
memang sangat berbeda, namun mereka masih tetap tanggungjawab kita sebagai
penerus tanah air tercinta.. siapa lagi yang mau perduli jika bukan kita?
Meski
dengan perang yang besar melawan globalisasi namun kita masih memiliki
Pancasila yang bisa dijadikan tamengnya. Kita yang berjuang Kang.. kita yang
harus menjaga Indonesia tercinta dengan menyelamatkan idiologi kembali pada
cita-cita pendirian bangsa kita... tentu saja dengan melibatkan dan menempatkan
mereka..generasi muda di haluan terdepan bersama kita. kita masih bisa ...kita masih
dibutuhkan pertiwi tercinta.... karena kita penuh dengan rasa bangga jadi warga
Indonesia.
akhir Juni 13
bangga....
Ibu pertiwi yang menangis tak bisa dibiarkan, lalu apa
yang bisa membuatnya tersenyum dan sedikit melalaikan kepedihannya?
Mungkin dengan bergandeng tangan bersama menyibak
tabir yang terlanjur membentang, menambal payung yang telah berlubang-lubang
yang pernah tertusuk pedang dengan secarik kain sutera yang kita tenun dengan
segenap jiwa dan rasa cinta, menjahitnya dengan benang emas semangat kita yang
masih tersisa. Meski sudah terkoyak karena usia dan keteledoran kita dalam
merawatnya semoga belum terlambat untuk menjadikannya kembali mampu
menaungi dari curahan hujan yang masih saja deras membasahi bumi pertiwi
dengan tanpa perduli.
Dengan bergandeng tangan eratkan genggaman jemari kita
dengan penuh rasa setia dan rela meski sempat basah dan lelah jiwa kita
namun masih ada semangat menggelora tuk kembali tegakkan Pancasila. Memang
tidaklah mudah untuk berdiri lagi ...namun dengan tulus dan tak mudah
menyerah kembalikan eksistensinya kembalikan kesaktiannya yang memang masih
terpancar dari jiwa kita yang paling dalam. Kang Doel.. generasi setelah kita
memang sangat berbeda, namun mereka masih tetap tanggungjawab kita sebagai
penerus tanah air tercinta.. siapa lagi yang mau perduli jika bukan kita?
Meski
dengan perang yang besar melawan globalisasi namun kita masih memiliki
Pancasila yang bisa dijadikan tamengnya. Kita yang berjuang Kang.. kita yang
harus menjaga Indonesia tercinta dengan menyelamatkan idiologi kembali pada
cita-cita pendirian bangsa kita... tentu saja dengan melibatkan dan menempatkan
mereka..generasi muda di haluan terdepan bersama kita. kita masih bisa ...kita masih
dibutuhkan pertiwi tercinta.... karena kita penuh dengan rasa bangga jadi warga
Indonesia.
Selasa, 11 Juni 2013
sekelumit tentang pengalaman di Nie Singapura
Semarang, 1 Mei 2013
Suatu keberuntungan bagi saya mendapatkan kesempatan untuk magang di NIE (National Institute of Education) di Singapura selama sepekan yaitu mulai tanggal 21 sampai dengan 27 April 2013, atas inisiatif UNNES , karena saya adalah mahasiswa Pascasarjana Administrasi Pendidikan Konsentrasi Kepengawasan UNNES angkatan pertama tahun 2012.
Dari hasil magang saya peroleh banyak pengalaman diantaranya adalah mengalami mendapatkan materi dari para narasumber yang unggulan kelas dunia, beliau adalah Mr. Tzeng, Mr. Jumaat, Madam Lee dan beberapa orang pendukung lainnya yang ada di lingkungan NIE, dan beberapa pengajar di Northvista Secondery School...
bersama Mrs. Lee dari Northvista Secondery School
Berfoto bersama dengan motivator pendidikan Mr. Jumaat
Mr. Tzeng pencerah Visi Misi.
Suatu keberuntungan bagi saya mendapatkan kesempatan untuk magang di NIE (National Institute of Education) di Singapura selama sepekan yaitu mulai tanggal 21 sampai dengan 27 April 2013, atas inisiatif UNNES , karena saya adalah mahasiswa Pascasarjana Administrasi Pendidikan Konsentrasi Kepengawasan UNNES angkatan pertama tahun 2012.
Dari hasil magang saya peroleh banyak pengalaman diantaranya adalah mengalami mendapatkan materi dari para narasumber yang unggulan kelas dunia, beliau adalah Mr. Tzeng, Mr. Jumaat, Madam Lee dan beberapa orang pendukung lainnya yang ada di lingkungan NIE, dan beberapa pengajar di Northvista Secondery School...
bersama Mrs. Lee dari Northvista Secondery School
Berfoto bersama dengan motivator pendidikan Mr. Jumaat
Mr. Tzeng pencerah Visi Misi.
jalan....
disepertiga malam Juni 12, 2013.....
Terbersit suatu pikiran, untuk apa melakukan sesuatu jika tanpa tujuan. ...... untuk apa melakukan suatu aktifitas namun tidak betujuan. Tujuan adalah arah yang akan dituju saat melakukan aktifitas. Dengan jelasnya tujuan yang dituju maka akan memudahkan mencari jalan yang harus dilalui. sebelum melangkah menuju tujuan buat rencana atau planning. merencanakan apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan tujuan. Mulailah dari apa tujuan kita.. setelahnya langkah apa yang harus ditenmpuh untuk mencapainya. Jalan berliku..jalan belok..jalan lurus...jalan bercabang..jalan berbatu..jalan berlubang..jalan mulus...kita yang memilih. Namun semua jalan yang dipilih pastilah memiliki hikmah bagi kehidupan pribadi kita. Akan jadi pengalaman yang berharga dalam proses mencapai tujuan.
Dalam proses memilih jalan untuk mencapai tujuan juga diperlukan perencanaan... ah kenapa perencanaan selalu mengikuti setiap aktifitas ???????
Merencanakan jalan mana yang harus dilalui harus memiliki gambaran masing-masing jalan yang akan dipilih.
... jalan berliku... ada apa dengan jalan ini... bertemu siapa saja di jalan ini.... apa saja yang mungkin terjadi....
... jalan belok.. berapa belokan si?....apa yang akan ditemui nanti jika jalan ini berbelok....
... jalan lurus... biasanya yang lurus monoton... namun apa gerangan yang akan menghadangi jalannya....
..jalan bercabang.... biasanya yang bercabang adalah kebingungan dan kebimbangan... sepertinya ini harus dihindari...tapi...jika ini yang dipilih maka prediksikan cabangnya apa saja ya... bangaimana menjalaninya jika jalan bercabang? ih apa yang terjadi.... (jadi melangkah tidak...?)
...jalan berbatu.... harus siap berjalan dengan goncangan yang sesuai dengan besar kecilnya batu lho...
siap sabuk pengaman dan bekal biar tidak tersedak...(gak nyambung)
..... jalan berlubang.... kemungkinannya sama dengan jalan berbatu ..cuma mungkin lebih erat berpegangan karena guncangan juga terasa.....(bekal jangan dilupakan...)
...jalan mulus.... semua orang pasti ingin yang mulus-mulus... tapi ada tantangan gak ya...?????..yang mulus bukan berarti tanpa tantangan.......
Terbersit suatu pikiran, untuk apa melakukan sesuatu jika tanpa tujuan. ...... untuk apa melakukan suatu aktifitas namun tidak betujuan. Tujuan adalah arah yang akan dituju saat melakukan aktifitas. Dengan jelasnya tujuan yang dituju maka akan memudahkan mencari jalan yang harus dilalui. sebelum melangkah menuju tujuan buat rencana atau planning. merencanakan apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan tujuan. Mulailah dari apa tujuan kita.. setelahnya langkah apa yang harus ditenmpuh untuk mencapainya. Jalan berliku..jalan belok..jalan lurus...jalan bercabang..jalan berbatu..jalan berlubang..jalan mulus...kita yang memilih. Namun semua jalan yang dipilih pastilah memiliki hikmah bagi kehidupan pribadi kita. Akan jadi pengalaman yang berharga dalam proses mencapai tujuan.
Dalam proses memilih jalan untuk mencapai tujuan juga diperlukan perencanaan... ah kenapa perencanaan selalu mengikuti setiap aktifitas ???????
Merencanakan jalan mana yang harus dilalui harus memiliki gambaran masing-masing jalan yang akan dipilih.
... jalan berliku... ada apa dengan jalan ini... bertemu siapa saja di jalan ini.... apa saja yang mungkin terjadi....
... jalan belok.. berapa belokan si?....apa yang akan ditemui nanti jika jalan ini berbelok....
... jalan lurus... biasanya yang lurus monoton... namun apa gerangan yang akan menghadangi jalannya....
..jalan bercabang.... biasanya yang bercabang adalah kebingungan dan kebimbangan... sepertinya ini harus dihindari...tapi...jika ini yang dipilih maka prediksikan cabangnya apa saja ya... bangaimana menjalaninya jika jalan bercabang? ih apa yang terjadi.... (jadi melangkah tidak...?)
...jalan berbatu.... harus siap berjalan dengan goncangan yang sesuai dengan besar kecilnya batu lho...
siap sabuk pengaman dan bekal biar tidak tersedak...(gak nyambung)
..... jalan berlubang.... kemungkinannya sama dengan jalan berbatu ..cuma mungkin lebih erat berpegangan karena guncangan juga terasa.....(bekal jangan dilupakan...)
...jalan mulus.... semua orang pasti ingin yang mulus-mulus... tapi ada tantangan gak ya...?????..yang mulus bukan berarti tanpa tantangan.......
Rabu, 13 Maret 2013
penggunaaajarn teknologi informasi dalam kegiatan belajar meng
PENGGUNAAN
TEKNOLOGI INFORMASI DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Indria
Mustika 0102512084
Manajemen Pendidikan S2, konsentrasi kepengawasan
Abstrak
Perkembangan
teknologi informasi saat ini sudah sangat cepat. Penyimpanan dan pengiriman
data semakin murah dan baik kualitasnya. Bahkan dalam dunia pendidikan di
Indonesia, sudah saatnya memanfaatkan teknologi informasi tersebut. Penggunaan
alat bantu atau media sangat membantu kegiatan proses belajar mengajar di
kelas, baik teori maupun praktik, dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi
belajar peserta didik. Teknologi informasi ini akan memberikan nilai tambah
dalam proses pembelajaran. Apalagi dengan adanya program school net,
jardiknas dan sebagainya, maka seluruh komponen lembaga pendidikan dituntut
menyiapkan diri dengan menyiapkan sarana prasarana untuk memanfaatkan
perkembangan teknologi informasi tersebut. Secara implisit dan eksplisit IT
tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga mencakup teknologi
komunikasi. Dengan kata lain, yang disebut Teknologi Informasi adalah gabungan
antara Teknologi Komputer dan Teknologi Telekomunikasi. Pemanfaatan
teknologi pendidikan yang tidak mengikuti perkembangan jaman akan ditinggalkan
oleh peserta didik yang tidak menutup kemungkinan mereka justru lebih dulu mengikuti perkembangan
teknologi informasi di luar sekolah. Dengan demikian guru dituntut untuk lebih
kreatif dan meningkatkan kompetensi dalam strategi mengajar yang lebih menarik
dibandingkan dengan kegiatan di luar sekolah. Pemanfaatan teknologi informasi
dan komunikasi memerlukan kompetensi yang sesuai dengan jenis media yang
digunakan.
Kata
kunci ; teknologi, informasi, pendidikan.
- Pendahuluan
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai ciri eksponensial
yaitu semakin lama semakin cepat, karena hasil dari suatu tahap menjadi dasar
dan alasan bagi tahap selanjutnya. Perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap
dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001),
dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses
pembelajaran, yaitu:
1. dari pelatihan ke penampilan,
2. dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja,
3. dari kertas ke “on line” atau saluran,
4. dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan
kerja,
5. dari waktu siklus ke waktu nyata
Tuntutan fasilitas yang berkembang dalam masyarakat saat
ini menuju pada teknologi
informasi. Itu sebabnya teknologi informasi butuh dikenalkan kepada
peserta didik sejak dini. Ini bertujuan agar peserta didik seusai lulus sekolah
, tidak kaget dengan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat.
Pengenalan teknologi informasi ini bisa dilakukan dengan pemakaian
teknologi informasi di lingkungan sekolah. Lebih mengena jika dalam
sebuah pembelajaran menggunakan teknologi informasi ini. Selain hasil
pembelajaran yang diperkirakan baik , peserta didik bisa mengenal dan tidak
takut dengan teknologi informasi. Dengan pendekatan ilmiah, sistematis dan
rasional, sebagaimana dituntut oleh
teknologi pendidikan, tujuan pendidikan yang efektif dan efisien akan
tercapai.
Upaya
yang dilakukan dalam rangka memenuhi tuntutan itu adalah dengan jalan
memanfaatkan teknologi pendidikan atau mengelola pendidikan, khususnya proses
belajar mengajar melalui pendekatan teknologis.
Dewasa
ini perkembangan dan kemajuan teknolgi informasi berjalan sangat cepat. Seiring
dengan perkembangan teknologi informasi, penyimpanan dan pengiriman data
semakin murah dan semakin baik kualitasnya. Baik individu, institusi, maupun
pemerintah ikut melakukan berbagai upaya untuk memanfaatkan perkembangan
teknologi informasi ini. Bahkan dalam dunia pendidikan di Indonesia, sudah
saatnya kita memanfaatkan teknologi informasi tersebut. Penggunaan alat bantu
atau media sangat membantu kegiatan proses belajar mengajar di kelas, baik
teori maupun praktik, dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar peserta
didik. Apalagi dengan adanya program school net, jardiknas dan sebagainya, maka
seluruh komponen lembaga pendidikan dituntut menyiapkan diri dengan menyiapkan
sarana prasarana untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi tersebut.
Teknologi informasi ini akan memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran.
Hal ini berkaitan dengan semakin tingginya kebutuhan informasi ilmu pengetahuan
dan teknologi yang tidak semuanya diperoleh dalam lingkungan sekolah. Demikian pula
pada saat melakukan pertukaran data dan informasi antar sekolah, sekolah dengan
masyarakat, sekolah dengan pemerintah daerah dan pusat, dan lain-lain, semuanya
akan lebih efektif dan efisien jika memanfaatkan teknologi informasi.
Proses
belajar mengajar yang konfensional kurang begitu menarik. Proses belajar
mengajar yang kurang menarik akan menurunkan minat dan motivasi. Tentu saja
akan berdampak pada prestasi belajar peserta didik dalam belajar.
Pemanfaatan
teknologi pendidikan yang tidak mengikuti perkembangan jaman akan ditinggalkan
oleh peserta didik yang tidak menutup kemungkinan mereka justru lebih dulu mengikuti perkembangan
teknologi informasi di luar sekolah. Dengan demikian guru dituntut untuk lebih kreatif
dan meningkatkan kompetensi dalam strategi mengajar yang lebih menarik
dibandingkan dengan kegiatan di luar sekolah. Pemanfaatan teknologi informasi
dan komunikasi memerlukan kompetensi yang sesuai dengan jenis media yang
digunakan.
- Pembahasan
Untuk mengetahui pengertian teknologi informasi
terlebih dahulu kita harus mengerti
pengertian dari teknologi dan informasi itu sendiri. Berikut ini pengertian
teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin,
material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sedangkan informasi adalah hasil pemrosesan,
manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai
nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya.
Pengertian
teknologi informasi menurut beberapa ahli teknologi informasi
:
- Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus Oxford, 1995)
- Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi (Haag & Keen, 1996)
- Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software & hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999)
- Teknologi Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis (Lucas, 2000)
- Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video (William & Sawyer, 2003)
Secara
implisit dan eksplisit IT tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga
mencakup teknologi komunikasi.Dengan kata lain, yang disebut Teknologi
Informasi adalah gabungan antara Teknologi Komputer dan Teknologi
Telekomunikasi
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi
yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun,
menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu
informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan
pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk
pengambilan keputusan.
Dalam kaitannya dengan pendidikan pada
proses pembelajaran, TIK khususnya internet dapat dimanfaatkan oleh guru maupun
siswa, antara lain: dalam pencarian informasi atau bahan pelajaran, mendekatkan
jarak ruang dan waktu dalam interaksi guru-murid, efisiensi pembelajaran serta
penyimpanan berbagai data dan informasi yang diperlukan.
Pengaruh
Teknologi Informasi di Dunia Pendidikan
Seorang guru akan dengan mudah mencari bahan ajar yang
sesuai dengan bidangnya dan juga seorang siswa dapat mendalami ilmu pengetahuan
yang didapatkan dengan didukung kemampuan untuk mencari informasi tambahan
diluar yang diajarkan oleh guru. Demikian pula masyarakat ( wali murid, Dewan
pendidikan dan komite sekolah ) juga dapat memberikan masukan dan mengontrol
sekolah dalam memilih dan menggunakan buku pendidikan yang berkualitas. Dengan
demikian akan terjadi perubahan pola pikir serta kreatifitas guru dan siswa
serta masyarakat dapat berkembang dengan pesat , sehingga terjadi Cakrawala
berpikir yang lebih kontektual dan lebih mudah mencerna informasi yang masuk
tersebut. Bahkan dalam lingkup pendidikan, sudah saatnya dibentuk suatu
jaringan informasi yang memanfaatkan teknologi informasi ini. Dengan demikian
terdapat suatu jaringan terhubung antar sekolah sebagai pertukaran data dan
informasi secara cepat, akurat dan tentunya murah dalam segala bidang. Penyebaran
ide maupun metode pembelajaran dalam proses pembelajaran yang lebih tepat pun
akan lebih mudah sampai kepelosok daerah yang selama ini mengalami kesulitan
untuk menerima informasi terkini.Adapun kendala yang masih dihadapi di
Indonesia aalah jangkauan jaringan telekomunikasi yanmg masih terbatas.
Infrastruktur ini masih menjadi kendala besar bagi lingkungan pendidikan dalam
memanfaatkan jaringan teknologi informasi. Dalam pembangunan jaringan informasi
interkoneksi akan membutuhkan jaringan penghubung yang dikenal dengan LAN/WAN/Internet.
Kendala lain adalah faktor biaya, baik biaya perangkat
keras maupun perangkat lunak. Pada umumnya sekolah-sekolah yang memiliki
laboratorium komputer punya nilai plus bagi orang tua siswa untuk menyekolahkan
anaknya. Secara umum hampir sebagian besar sekolah-sekolah untuk daerah
perkotaan telah memiliki laboratorium tersebut , baik itu jaringan intranet
mapun internet. Memanfaatkan internet dalam pelajaran merupakan salah satu
sumber pelajaran baik bagi siswa maupun guru. Menurut Earlyanti ,
komputer yang terakses keinternet merupakan kebutuhan pokok. Pembelajaran akan
lebih efisien dan efektif sehingga siswa tidak tertinggal dalam mendapatkan
informasi terkini yang tidak dapat diperoleh dari guru dikelas. Bahkan guru
dipacu untuk tidak tertinggal dari siswanya.Untuk itu saat ini sangat tepatlah
jika diruang guru disediakan seperangkat komputer yang yang telah terakses
dengan jaringan teknologi informasi atau dikenal dengan Internet. Bahkan
penugasan siswa dapat dilakukan melalui jaringan internet. Memang , untuk itu
diperlukan biaya yang tidak sedikit yang harus dikeluarkan baik pihak sekolah
maupun siswa. Akan tetapi , dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh ,
pemanfaatan jaringan internet tampaknya harus sudah masuk sebagai sumber
belajar yang perlu diperhitungkan.
Bagi guru
jaringan Informasi Internet menawarkan beberapa kesempatan untuk
diraih,seperti;
- Meningkatkan pengetahuan.
- Berbagi sumber diantara rekan seprofesi.
- Bekerja sama dengan guru di luar negeri.
- Berpartisipasi dalam forum pendidikan baik regional maupun internasional
- Mencari sumber bahan ajar.
- Mencari metode belajar baru.
Sedangkan bagi siswa Jaringan Informasi Internet
menawarkan kesempatan untuk:
- Meningkatkan pengetahuan.
- Meningkatkan kepekaan akan permaslahan yang ada diseluruh dunia.
- Meningkatkan komunikasi dengan siswa lain baik di dalam maupun di luar negeri.
- Mengembangka kemampuan di bidang penelitian.
- Sebagai media praktek ilmu yang didapatkan di sekolah.
Aplikasi
teknologi pendidikan sangat relevan bagi pengelolaan pendidikan pada umumnya
dan kegiatan belajar mengajar pada khususnya. Penerapan dalam kegiatan belajar
mengajar di kelas sangat variatif tergantung kreatifitas guru yang
bersangkutan. Banyak pilihan media yang
dapat digunakan. Semisal dalam mata diklat Kompetensi Kejuruan pada
kompetensi Gambar Busana dapat menggunakan media audio visual untuk memutarkan
kegiatan peragaan busana pada saat even tertentu. Dengan memutarkan vidio
tersebut sudah pasti akan mampu meningkatkan motivasi belajar dan prestasi
peserta didik. Pada saat melihat fashion show lewat vidio maka minat peserta
didik dalam hal mendisain busana dan mewujudkannya dalam karya busana menjadi
tinggi.
Pada
saat melihat sebuah karya busana diperagakan dengan menarik dan sempurna maka akan meningkatkan
motivasi belajar dalam hal disain, dan menumbuhkan tekad yang kuat untuk dapat
menjadi seperti yang dilihat pada tayangan video tersebut. Pada Nasution
2008 disebutkan beberapa keuntungan film yaitu baik untuk menjelaskan
proses suatu kejadian, dapat diterima oleh peserta didik yang pandai maupun
tidak, menjelaskan peristiwa-peristiwa masa lalu secara kritis dan singkat, dan
dapat diulang jika diperlukan. Selain menayangkan video peragaan, dapat juga
memanfaatkan internet dalam memotivasi peserta didik dalam menambah reverensi
dan pengetahuan tentang disain dan busana. Memanfaatkan internet pada jejaring
sosial FB maupun twiter dalam memberikan tugas dan mengarahkan minat peserta
didik dalam menulis yang berkualitas. Dengan demikian akan dapat mengarahkan
kesenangan anak-anak ke arah yang positif. Karena perkembangan teknologi, dapat
membantu guru dalam proses belajar mengajar dengan cepat, menyenangkan dan
terarah.
- Penutup
Tuntutan fasilitas yang berkembang dalam masyarakat
menuju pada teknologi
informasi. Itu sebabnya teknologi informasi butuh dikenalkan kepada
peserta didik sejak dini. Ini bertujuan agar peserta didik seusai lulus sekolah
, tidak kaget dengan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat.
Pengenalan teknologi informasi ini bisa dilakukan dengan pemakaian
teknologi informasi di lingkungan sekolah. Lebih mengena jika dalam
sebuah pembelajaran menggunakan teknologi informasi ini. Selain hasil
pembelajaran yang diperkirakan baik , peserta didik bisa mengenal dan tidak takut
dengan teknologi informasi. Dengan pendekatan ilmiah, sistematis dan rasional,
sebagaimana dituntut oleh teknologi
pendidikan, tujuan pendidikan yang efektif dan efisien akan tercapai.
Upaya yang dilakukan
dalam rangka memenuhi tuntutan itu adalah dengan jalan memanfaatkan teknologi
pendidikan atau mengelola pendidikan, khususnya proses belajar mengajar melalui
pendekatan teknologis.
Alat-alat teknologi
yang beragam mempengaruhi gaya dan metode dalam kegiatan belajar mengajar,
semua disesuaikan dengan kemampuan guru dalam memanfaatkanya. Setiap alat
pendidikan mempunyai kekurangan dan kelebihan, tergantung bagaimana pemilihan
dan nenggabungkannya agar tercapai tujuan dengan optimal.
Daftar pustaka
Danim, Sudarwan. 2008.
Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Nasution. 2008. Teknologi Pendidikan. Jakarta: Bumi
Aksara.
http://www.esaunggul.ac.id/artikel/pemanfaatan
teknologi informasi dalam proses pengajaran di indonesia. Tanggal 11 Maret 2013
jam 10.55wib.
Langganan:
Postingan (Atom)

