Minggu, 24 April 2016

JEPARA BATIK TENUN CARNIVAL 2015



JEPARA BATIK TENUN CARNIVAL 2015
Bermula dari keinginan untuk mengangkat nilai batik dan tenun yang belum kokoh.  Muncullah gagasan untuk memamerkan keanekaragaman motif batik dan tenun Jepara yang luar biasa dalam kemasan Jepara Batik Tenun Carnival. Bermodal semangat yang besar dan kegigihan dalam berkarya, didukung sepenuhnya oleh pemerintah daerah Jepara dan masyarakat pengrajin batik tenun, tim kreatif SMKN 2 Jepara bimbingan Indria Mustika dan Seniman serba bisa Bayu “Penceng” Supriyanto mengerjakan sejumlah baju-baju Carival.
Akhirnya, usaha dan kerja keras panitia menghasilkan 30 busana carnival yang indah dan bernilai seni tinggi. Selain dari tim kreatif SMKN 2 Jepara dan Bayu Penceng ada partisipasi luar biasa dari sekolah-sekolah dan SKPD-SKPD lain yang meramaikan Jepara batik Tenun Carnival ini. Tidak kurang dari 100 baju carnival  yang ikut parade.  Jumlah ini sudah melampaui target panitia yang hanya 50 busana.
Adapun pesertanya berasal dari semua kalangan, dari TK PAUD SD SMP SLTA Umum.
Carnival tahun ini tidak dilombakan karena baru memberikan gambaran pada masyarakat tentang baju carnival, untuk tahun depan panitia beharap akan ada lagi Jepara Batik Tenun dan Ukir Carnival yang akan dilombakan. Dengan menyentuh kreatifitas dari kalangan batik, tenun dan ukir Jepara yang menjadi cirri khasnya.

Senin, 18 April 2016

perjuangan yang tak tercatat

Perjuangan yang tak tercatat sepertinya hal yang tak dianggap Namun benarkah itu hal yang sia-sia? perjuangan yang manakah, perjuangan apakah yang tak dianggap ?
saat semangat dan harapan menjad tak tertampung, saat energi jiwa menjadi begitu menggelora, dengan gagah perkasa kumelangkah di dunia yang sangat mewakili jiwa.
Jika orang berkata bekerja dengan hati maka aku berkata hati bekerja maka hasil yang indah akan menjadi terwujud.

Rabu, 09 Maret 2016

Pemilihan Busana berdasar Faktor Individu

Pemilihan Busana berdasar Faktor Individu



Hasil gambar untuk gambar desain busanaJika kita perhatikan secara teliti, khususnya tentang busana yang dipakai oleh masing-masing individu dapat disimpulkan bahwa setiap manusia mengenakan pakaian yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini tidak hanya terdapat pada model pakaian saja, tetapi juga terdapat perbedaan dalam pemilihan bahan busana seperti perbedaan warna, motif, tekstur dan lain-lain sebagainya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut antara lain:
a. Bentuk tubuh
Bentuk tubuh manusia tidaklah sama satu dengan lainnya, perbedaan tersebut disebabkan oleh perkembangan biologis serta perbedaan tingkat umur. Setiap manusia mengalami irama pertumbuhan yang berbeda-beda, ada yang gemuk pendek, kurus tinggi, gemuk tinggi dan kurus pendek. Maka dari itu, sewajarnyalah kita di dalam membuat atau memilih busana harus mengenali terlebih dahulu bentuk tubuh masing-masing. Karena tidak semua busana dapat dipakai oleh semua orang, dengan kata lain model busana untuk orang gemuk jelas tidak cocok untuk orang yang bertubuh kurus, begitu juga sebaliknya. Maka, di dalam memilih busana mengenali bentuk tubuh sangatlah penting.
Bentuk tubuh ideal sangatlah didambakan oleh semua orang, karena hampir semua desain busana dapat dipakainya, sehingga bentuk tubuh ideal merupakan dambaan semua orang.
Adapun yang dimaksud dengan tubuh ideal untuk seorang wanita, menurut Enna Tamimi (1982:41) bentuk badan yang ideal mempunyai ukuran lingkar dada dan pinggul yang sama besar.
Ukuran pinggang sekurang-kurangnya 10 cm lebih kecil dari ukuran dada atau pinggul, serta letak garis pinggang pada batas ¾ tinggi badan yang diukur dari kepala. Dengan kata lain jika letak garis pinggang di bawah atau di atas ¾ tinggi badan serta lingkar pinggang yang hampir sama besar dengan lingkar badan dan lingkar pinggul, maka ukuran yang begini termasuk ukuran yang kurang ideal.
Bentuk tubuh yang kurang ideal ini banyak pula macamnya, ada yang gemuk pendek, kurus tinggi, kurus pendek, bahkan ada yang bungkuk, panggul terlalu kecil, bidang bahu terlalu lebar atau terlalu sempit. Semua bentuk tubuh ini termasuk bentuk tubuh yang tidak ideal, karena masing-masingnya memiliki kelemahan atau kelainan. Kelemahan-kelemahan ini dapat disembunyikan dengan memilih desain pakaian yang sesuai dengan bentuk tubuh masing-masing, setiap kekurangan tersebut dapat ditutupi dengan busana yang dipakai.
Untuk seseorang yang bertubuh gemuk pilihlah desain yang memberi kesan melangsingkan, dan yang bertubuh kurus memilih desain yang memberikan kesan menggemukkan. Desain busana untuk seseorang yang bidang bahunya sempit pilihlah desain yang memberikan kesan melebarkan, untuk seseorang yang memiliki buah dada terlalu kecil atau terlalu besar, semua ini perlu mendapat perhatian yang serius sebelum membuat busana agar busana yang serasi dengan bentuk tubuh dapat diwujudkan.
b. Umur
Umur seseorang sangat menentukan dalam pemilihan busana, karena tidak seluruh busana cocok untuk semua umur.
Perbedaan tersebut tidak saja terletak pada model, tetapi juga pada bahan busana, warna, serta corak bahan. Busana anak-anak jauh sekali bedanya dengan busana remaja dan busana orang dewasa. Untuk itu di dalam pemilihan busana yang serasi usia pemakai merupakan kriteria yang tidak dapat diabaikan.
c. Warna Kulit
Warna kulit adalah suatu hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih busana. Walaupun warna kulit orang Indonesia disebut sawo matang, namun selalu ada perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Maka, hal ini hendaknya mendapat perhatian supaya busana yang dipakai betul-betul sesuai dengan sipemakai
d. Kepribadian
Kepribadian merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan dalam memilih busana.
Ada beberapa tipe kepribadian yang sangat mempengaruhi dalam pemilihan busana tersebut, antara lain :
1) Tipe Feminim
Orang yang bertipe feminim memiliki sifat, lemah lembut, pemalu, suka menjauhkan diri dari perhatian umum, perasaannya halus. Untuk orang yang bertipe feminim ini sangat cocok desain busana yang memakai garis lengkung, seperti; rok pias, rok kembang dan lain-lain. Warna busana yang cocok adalah warna yang telah dicampur dengan warna abu-abu, setiap warna yang di campur dengan warna abu-abu maka hasilnya akan menjadi warna yang buram. Misalnya warna merah dicampur dengan warna abu-abu, maka warna merahnya menjadi merah redup. Warna kuning dicampur dengan warna abu-abu, maka warna kuningnya menjadi redup. Warna biru dicampur dengan warna abu-abu, maka warna birunya menjadi redup. Semua warna yang dicampur dengan warna abu-abu, cocok untuk orang yang bertipe feminim. Tekstur yang cocok untuk tipe feminim ialah tekstur yang lembut, halus dan ringan. Motif yang dipakai sebaiknya motif yang kecil-kecil.
2) Tipe Maskulin
Tipe maskulin adalah orang yang memiliki sifat terbuka, agresif, tenang, dan percaya diri. Untuk orang yang bertipe ini desain busana yang cocok adalah model yang tidak terlalu banyak variasi dan memakai garis yang tegas; seperti :
memakai kerah minamora, kerah kemeja dan lain-lain. Warna-warna cerah sangat cocok untuk kepribadian maskulin.
Tekstur sebaiknya dipilih yang tebal, berat dan bermotif. Motif geometris lebih cocok dipakai dari pada motif bunga-bunga.
3) Tipe Intermediet
Tipe intermediet, umumnya mempunyai kepribadian diantara kedua tipe di atas. Desain busana yang cocok untuk oarang yang bertipe intermediet adalah model yang memakai garis vertikal, garis horizontal dan garis diagonal. Pemilihan warna busana untuk orang yang berkepribadian seperti ini sebaiknya disesuaikan dengan warna kulit. Apabila warna kulitnya cerah, pilihlah warna panas. Untuk orang yang tenang hindari warna yang kontras dan sebaiknya memilih warnawarna dingin. Hindari memakai tekstur yang mengkilat dan tekstur yang terlalu halus.

Selasa, 20 Oktober 2015

guru



Saat gaung sertifikasi bagi guru semakin berat dan bertele-tele, dengan UKA-UKAnya (baca Uji Kompetensi Akademik) yang membutuhkan keberanian, PLPGnya (Pendidikan Latihan Profesi Guru) yang kadang membuat ketakutan dan terkesan menjadi ajang pendadaran bagi guru-guru yang dikategorikan kurang profesional meskipun sudah makan asam garam dalam melaksanakan tugasnya mencerdaskan anak bangsa, apakah terpikirkan bagaimana saratnya tugas seorang guru sebenarnya.
       Sebelum seorang guru menjalankan tugasnya dalam Kegiatan Belajar Mengajar, maka dia harus menyiapkan dahulu segala sesuatunya dengan baik dan terencana matang,  karena lebih kompleks dampaknya dibandingkan dengan  taruhan nyawa, tetapi  mengajar dan mendidik berkaitan dengan  kehidupan pemikiran generasi ke generasi. Kesalahan konsep yang ditanamkan pada satu generasi akan menurun kesalahan konsep  ke generasi berikutnya  begitu seterusnya. Sangat Berbahaya dan Perlu diperhatikan betul.
       Langkah pertama seorang guru sebelum masuk kelasnya yang harus disiapkan adalah; memahami apa yang akan disampaikan pada peserta didik, kemudian membuat perencanaan mengajar yang disusun dalam bentuk rencana pembelajaran. Jadi seorang guru sebelum menjalankan tupoksinya, sudah siap dengan strategi dan segala sesuatu yang akan disampaikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam bentuk administrsi guru.
      Dalam silabus terdapat KI (Kompetensi Inti) dan KD (Kompetensi Dasar) yang sudah dibuat standart oleh pemerintah, tugas guru adalah menjabarkannya menjadi indikator-indikator yang dapat mencerminkan kemampuan dari KI dan KD tersebut.  Dalam menentukan indikator juga harus dikuasai kemampuan apa saja yang dapat mencerminkan suatu kompetensi dasar itu dapat tercapai, bagaimana mengembangkan indikator yang tepat dan baik, setelah membuat indikator dilanjutkan materi apa yang tepat untuk bisa mewujudkan indikator. Pemilihan materi ini sesuai dengan kondisi yang ada, cukup singkat padat dan mampu memotivasi siswa untuk mengembangkan daya pikirnya.
      Tidak berhenti sampai materi, tugas guru masih ada lagi yaitu memfasilitasi aktifitas atau kegiatan apa yang tepat dalam mendukung materi. Ada lagi, bagaimana mengukur keberhasilan pembelajaran nanti, dengan atau tanpa tes, jika dengan tes, tes apa yang tepat untuk mengukurnya, bagaimana cara membuat tes, bagaimana bentuknya, bagaimana cara menilainya, bagaimana cara menentukan soal, bagai mana membuat soal yang representatif, bagaimana menyimpulkan hasil tes. Lebih rumit lagi penilaian pada Kurikulum 2013 ini yang memuat tiga aspek penilaian yaitu pengetahuan, ketrampilan, dan sikap (tiap peserta didik). Satu orang  guru harus mengamati pengetahuan, ketrampilan, dan sikap peserta didik dalam proses belajar dalam waktu yang terbatas, bisa-bisa tidak ada kesempatan untuk bernafas....
       Jika semua itu dilakukan sebelum masuk kelas, tentu apa yang akan dilakukan di depan kelas terlihat terencana dan terprogram dengan baik dan matang.
        Namun...bukankah aktifitas itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Lalu bagaimana dengan jam minimal seorang guru yang dapat sertifikasi, jika 24 jam tatap muka sudah menyita waktunya dalam seminggu, lalu kapan waktu untuk menyiapkan atau menyusun perencanaan pengajaran....? dilakukan di rumah...?

Senin, 19 Oktober 2015

Menguatkan Karakter Dari Atas Catwalk



TRUE STORY
Menguatkan Karakter Dari  Atas Catwalk
          Membangun sumber daya manusia yang produktif, kreatif, inovatif, mampu bekerjasama dengan orang lain, memiliki tanggungjawab,  jujur, pekerja keras, percaya diri, toleran, teliti dan  sabar, menjadi salah satu isu yang ingin dijawab dalam Kurikulum 2013. Tujuannya agar ketika kelak seorang peserta didik menyelesaikan  pendidikannya ia mampu untuk berkarya ditengah-tengah masyarakat dan bangsanya. Ia tidak sepenuhnya tergantung pada orang lain atau    menjadi beban keluarga dan masyarakat disekitarnya. Ia dapat tumbuh menjadi orang yang memiliki harga diri dan mampu mengambil keputusan secara tepat.
            Aku berfikir, upaya ini tidak mudah dan  juga tidak   sederhana. Sebab yang ingin dibangun adalah  karakter dan perilaku yang proses pembentukannya tidak sepenuhnya menjadi domain sekolah. Tetapi juga  menjadi tanggung jawab keluarga dan masyarakat serta pemerintah. Bahkan media juga  memiliki peran yang penting. Ini menjadi tantangan tersendiri   bagi aku, seorang  guru diklat produktif pada jurusan tata busana SMKN 2 Jepara.
Sebagai seorang guru aku mengerti, bahwa ada keterbatasan dan rambu-rambu yang menghalangi berkembangnya kreatifitas dan inovasi seorang guru. Diantaranya yang aku mengerti adalah beban kurikulum, keterbatasan dalam hal pembiayaan, waktu, materi yang kurang tepat jika dihadapkan pada kebutuhan industri garmen maupun dunia usaha busana.
            Karena itu aku mencoba untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada di daerah. Tujuannya agar dapat dibangun sinergitas antara sekolah dengan para pemangku kepentingan yang ada di daerah. Aku menilai, keinginan keras dari Pemerintah Kabupaten Jepara  untuk mengembangkan Batik Motif Jepara dan Tenun Ikat Troso  yang dimotori oleh Lembaga Pelestari Seni Ukir, Batik dan Tenun Jepara adalah  sebuah peluang yang harus aku tangkap dan manfaatkan.
            Aku beruntung dapat berkenalan dengan Ketua Lembaga Pelestari Seni Ukir, Batik dan Tenun Jepara dalam  acara Simposium Rekonstruksi Budaya Untuk Pembangunan Jepara yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara tanggal 30 September 2012.  Sebagai seorang ketua lembaga ia dikenal  memiliki akses yang luas dilingkungan pemerintah kabupaten Jepara dan para pemangku kepentingan dibidang kerajinan ukir, batik dan tenun Jepara. Ia juga memiliki komitmen yang kuat  dalam pengembangan batik dan tenun serta dikenal sangat  kreatif dan inovatif
            Agar jurusan tata busana SMKN 2 Jepara memperoleh manfaat dari kebijakan pemerintah kabupaten Jepara untuk mengembangkan batik moif Jepara dan Tenun Troso, maka aku mencoba menawarkan konsep strategi promosi melalui kegiatan fashion show. Aku berharap melalui kegiatan semacam ini salah satu mata diklat yang ada di KBM yaitu diklat desain busana dan busana pesta dapat dikembangkan. Ada beberapa argumen yang aku gunakan sebagai dasar untuk menempatkan fashion show sebagai sebuah pilihan.
 Pertama; manfaat ekonomi yang diperoleh para perajin yang hasil karyanya menjadi bahan baku wajib   untuk kegiatan fashion show. Banyaknya pembelian bahan dari para peserta fashion show akan meningkatkan penjualan para perajin batik dan tenun. Kedua; manfaat promosi melalui fashion show juga sangat besar. Sebab kain lokal Jepara ini kemudian diminati oleh masyarakat yang  tumbuh rasa kagumnya ketika melihat  para model menggunakannya. Ketiga ; mengedukasi masyarakat untuk secara kreatif mengembangkan potensi diri yang bertumpu pada kearifan potensi lokalnya. Keempat; menumbuhkan kebanggaan dan rasa cinta masyarakat terhadap potensi daerahnya. Kelima; memperbesar spektrum promosi melalui media.  Keenam ; menjadi media kegiatan yang efektif bagi para siswa jurusan tata busana untuk  mengembangkan kemampuan diri, kreativitas  dan karakternya. Ketujuh ; menambah kepercayaan diri para  peserta didik karena  ketrampilan yang dimiliki mendapatkan apresiasi.
Jujur sebenarnya aku ragu konsep ini bisa diterima. Sebab biasa strategi yang digunakan untuk mempromosikan sebuah produk adalah melalui pameran-pameran  konvensional. Namun setelah mendiskusikannya cukup lama akhirnya konsep ini bisa diterima dengan catatan bahwa jurusan tata busana SMKN 2 Jepara bersedia menjadi mitra dan sekaligus motor dari kegiatan yang dilakukan. Namun sebelum ditetapkan menjadi kalender kegiatan, aku harus memberikan bukti penerapan konsep stretegi tersebut dalam sebuah even.
Even yang aku pilih adalah sebuah konsep fashion show yang dilaksanakan diluar ruang. Ini aku maksudkan untuk memberikan warna lain bagi pelaksanaan kegiatan fashion show yang biasanya diselenggarakan di didalam gedung. Tujuannya menarrik perhatian masyarakat.  Nama even ini adalah Jepara Fashion On The Street. Untuk lebih menarik, dibangun panggung dengan back ground tugu Pancasila.  Ternyata animo masyarakat, baik sebagai peserta maupun penonton sangat luar biasa. Jumlah peserta mencapai 422 orang dan penonton memadati jalan-jalan yang dilalui peserta di sepanjang jalan RA Kartini. Banyak kalangan menilai kegiatan ini sangat sukses hingga terbukalah peluang  untuk membangun sinergitas dan kolaborasi antara jurusan tata busana SMKN 2 Jepara dengan Lembaga Pelestari  Ukir, Batik dan Tenun Jepara.
 Aku kemudian mencoba memanfaatkan  sinergitas dan kolaborasi ini untuk mendorong peserta didik di  jurusan tata busana untuk memanfaatkan peluang yang ada. Tujuannya tentu  untuk menumbuhkan   kreatifitas, inovasi,  kerja sama, tanggungjawab, kejujuran, kerja keras, percaya diri, toleran, teliti, dan sabar.
Caranya untuk even-even yang kemudian dirancang, aku mendorong para peserta didik di jurusan tata busana untuk memanfaatkan even ini untuk pengembangan diri. Bukan saja pada aspek ketrampilan tetapi juga tumbuhnya  rasa percaya diri. Konsepnya dengan memotivasi siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang didapat pada  mata diklat desain busana dan busana pesta yang terdapat dalam KBM Jurusan Tata Busana SMKN 2 Jepara.
Aku mencoba memotivasi dan mendorong para peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan  inovasi dengan memberikan tugas  kepada siswa pada mata diklat desain busana untuk membuat desain busana pesta berbahan batik motif Jepara atau tenunTroso, kemudian diwujudkan dalam benda nyata pada mata diklat busana pesta.  Setelah hasil karya mereka jadi, para peserta didik kemudian dimotivasi untuk ikut  sebagai peserta aktif dalam kegiatan-kegiatan fashion show atau lomba peragaan busana  yang diadakan. Para siswa  mengenakan  pakaian yang didesain dan dijahit sendiri.
Sebagai pengampu program studi tata busana aku merasa berkewajiban  juga memberikan bimbingan khusus kepada para siswa bagaimana berjalan diatas catwalk yang baik, agar mereka memiliki kepercayaan diri saat memperagakan busana karya mereka sendiri. Kepercayaann diri ini sangat penting agar mereka mampu tampil diatas catwalk dan mendapatkan apresiasi dari para penonton.
Cara ini ternyata mampu memberikan pembelajaran terkait dengan  produktifitas, kreatifas, inovasi, kerjasama, tanggungjawab,  kejujuran, pekerja keras, percaya diri, toleran, teliti dan  sabar yang  menjadi salah satu isu yang ingin dijawab pada  Kurikulum 2013. Melalui strategi   mengikutkan para siswa dalam  lomba fashion show, terbukti secara nyata perubahan sikap peserta didik dalam bertutur kata dan bersikap/bergaul lebih percaya diri. Dalam   belajar mereka juga  lebih bersemangat, bahagia, kreatif, inovatif, tanggungjawab, mampu bekerja sama dengan temannya, bersikap jujur dalam menyelesaikan tugas sekolah, sportif dan lebih mantab dalam meraih cita-citanya setelah lulus dari SMKN 2 Jepara. Peserta didik juga  semakin bangga dengan pilihannya pada  program studi  tata busana
Dalam diri peserta didik juga tumbuh keinginan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya dalam berkarya, mempunyai mimpi yang digantungkan dibintang, memiliki harapan untuk sukses dibidangnya. Dengan spirit dan motivasi yang besar, kreatifitas yang tinggi, tertuang dalam sebuah karya busana pesta yang didesain, dijahit, dan diperagakan sendiri oleh peserta didik. Melalui karya mereka para siswa merasa  mampu membanggakan orang tua, sekolah, dan juga tumbuhnya kepercayaan diri. Ini sangat berarti dalam membangun karakter peserta didik.
Aku berharap, setidaknya setelah membekali mereka dengan sebuah proyek yang luar biasa ini akan membuat mereka memiliki keberanian dalam menghadapi dunia luar dan tersenyum bahagia meskipun penuh tantangan dan hambatan dimasa yang akan datang.
Cerita ini sangat membanggakan buat saya sebagai guru tata busana, dan masyarakat Jepara umumnya karena sudah bisa memberikan sedikit wadah bagi siswa Tata Busana dan harapan untuk ikut melestarikan kekayaan local berupa batik dan  tenu n torso asli Jepara. Melalui even-even ini kemudian terjadi sinergitas dan kolaborasi antara sekolah dan pemerintah serta para pemangku kepentingan untuk bersama-sama, meletakkan landasan karakter bagi generasi muda Jepara. Karakter itu dibangun dari atas Catwalk ( *)

Rabu, 14 Oktober 2015

soal-soal latihan dasar pola



I.Pilihlah jawaban yang paling tepat  dengan memberi tanda silang ( X ) pada huruf A, B, C, D, E pada lembar jawab yang sudah tersedia .

1.Dalam membuat pola busana harus memahami keadaan pribadi seseorang, diantaranya adalah kecuali ...
    A . Bentuk tubuh
    B. Type tubuh
    C . Kelebihan yang menonjol pada tubuh seseorang
    D. Kekurangan yang ada pada tubuh seseorang
    E.  Warna kulit
2. Berikut ini adalah pengelompokan bentuk tubuh seseorang yaitu
    A.  Pendek, tinggi                           C. Pendek gemuk
    B. Tinggi kurus                               D. Tinggi gemuk
      E. Ideal, kurus, gemuk
  3. Berbusana yang serasi dan menarik akan memudahkan seseorang dalam pergaulan dan..
       A. Menimbulkan rasa percaya diri
       B. Merasa sombong
       C. Merasa minder
       D. Merasa pandai
       E. Menaikkan derajat
   4. Bentuk tubuh seseorang dari tiga macam yaitu ideal, kurus dan gemuk dikembangkan menjadi sebagai berikut,  kecuali
       A. Tinggi kurus                    C. Pendek kurus                    E. ideal
       B. Tinggi gemuk                   D. Pendek gemuk  
   5. Cara menutupi kekurangan dan cacat tubuh bila seseorang mempunyai leher pendek sebaiknya berbusana menggunakan busana dengan bentuk leher...
         A. Berkerah berdiri
       B. Memakai syal
       C. Berkerah tinggi
       D. Berdasi
       E. Bentuk V atau garis leher rendah
6. Bila seseorang memiliki bahu serong sebaiknya memilih busana yang ...
    A. Mengguakan bantal bahu             C. Menggunakan kerah lebar    E. Semua benar
    B. Leher terbuka                               D. Tanpa bantalan bahu
7. Bila seseorang memiliki buah dada kecil dianjurkan memakai busana yang..
    A. Ketat                   C. Banyak  lipit                                    E. Semua benar
    B.  Longgar              D. Berkerutan
8. Bagi mereka yang memiliki bagian badan atas pendek, disarankan
    A. Memakai blus luar                                                            D. Menggunakan ikat pinggang kecil
     B. Letak garis pinggang agak ke bawah                               E. Benar semua         
C. Memilih bebe  terusan
 9. Suatu contoh bentuk pakaian atau benda lain disebut
    A. Desain                  C. Pola                        E. Gambar
    B. Sketsa                   D. Blat
10. Dalam bidang tata busana pola adalah....
    A. Gambar busana                                                     D. Jiplakan bentuk badan seseorang
    B. Gambar desain busana seseorang                         E. Gambar asesoris
C. Jiplakan bentuk badan seseorang yang dibuat diatas kertas       
11.Pola dasar adalah ...
     A. Kutipan bentuk busana                           C. Pola yang belum diubah                 E. Mal busana
      B. Kutipan bentuk tubuh yang asli              D. Pola yang wajib ada
12.Ada berapa macam cara membuat pola?.
      A. Satu macam                    C. Tiga macam            E. lima macam
      B. Dua macam                     D. Empat macam
13.Hal utama yang menentukan busana nyaman dipakai, indah dipandang, dan bernilai tinggi adalah pada...
      A. Perlengkapan busana yang berlebihan                D.  Kain/bahan busana yang berkualitas
      B. Perlengkapan pola yang banyak                         E. Pola busana yang berkualitas
       C. Harga bahan busana yang mahal
14. Kualitas pola busana ditentukan oleh hal-hal berikut, kecuali ...
 A.Ketepatan dalam mengambil ukuran badan            
     B.Kemampuan dalam menentukan kebenaran garis-garis pola                    
     C. Kemampuan dan ketelitian mengarsipkan pola                        
     D. Kemampuan dan ketelitian memberi tandadan keterangan tiap bagian pola
     E. Ketepatan dalam menilai bentuk tubuh
15.Yang tidak termasuk langkah-langkah membuat pola busana adalah...
       A. Mengenal/menganalisa bentuk tubuh                                     
       B. Mengukur badan                                              D. Memilih kertas  
C. Memilih model busana                                    E. Memilih bahan busana
16. Pola yang dibuat berdasarkan ukuran badan seseorang adalah.........
      A. Pola dasar                     D. Pola konstruksi
       B. Pola standar                  E. Pola draping
       C. Pola jadi
  17. Yang bukan termasuk keuntungan menggunakan pola konstruksi adalah..
        A. Bentuk pola lebih sesuai dengan bentuk  badan seseorang                 
        B. Besar kecilnya lipit kup lebih sesuai dengan bentuk buah dada seseorang                
  C. Perbandingan bagian dari model lebih sesuai dengan besar kecilnya bentuk badan sipemakai
     D. Rumit dan teliti        
     E. Menghasilkan busana yang berkualitas
  18. Pola konstruksi yang dibuat dengan menggunakan ukuran tubuh yang sudah distandarkan dinamakan pola ....
         A. Konstruksi                   C.Standar                    E. Dasar
         B. Draping                        D. Cetak
19.  Warna yang dipakai dalam menggambar pola tadalah ....
         A. Biru dan hitam                                    C. Hitam dan putih                 E. Apa saja bisa                      
.        B. Merah dan biru                          D. Hijau dan kuning
  20.   Pola yang dibuat berdasarkan ukuran orang-orang yang besarnya hampir sama adalah ....
        A. Pola dasar                                 C. Pola draping          E. Tidak ada jawaban yang benar
        B. Pola konstruksi                         D. Pola standart
  21. Satu stel pola yang langsung dapat digunakan sesuai dengan model tertentu disebut ....
      A. Pola jadi                                   C. Pola konstruksi                   E. Pola rader
      B. Pola baku                                  D. Pola dasar              
22. Lembaran pola yang berisi bermacam-macam model pakaian yang digambar secara bertumpukan dalam satu halaman, biasanya menjadi lampiran majalah mode, disebut  ....
      A. Pola jadi                                   C. Pola konstruksi                   E. Pola rader
      B. Pola baku                                  D. Pola dasar              
23. Peralatan yang digunakan dalam membuat pola busana adalah ...
      A. dressform atau dummy atau paspop    C. Buku kostum         
      B. Penggaris dan skala                              D. Pensil hitam, merah dan biru    E. Benar semua
24. Tanda pada pola busana berikut ini artinya adalah ....
           
      A. garis merah yaitu garis pola tengah muka          D. garis merah yaitu garis lipatan
      B. garis merah yaitu garis pola tengah belakang    E. garis merah yaitu tanda kerutan                          C. garis merah yaitu garis pola asli
25. Tanda pada pola busana berikut ini artinya adalah ....


 


      A. Tanda arah benang                   C. Tanda arah potong             E. Tanda tengah muka
      B. Tand arah serat                         D. Tanda tengah belakang

26. Ukuran yang dibutuhkan untuk menggambar pola lengan adalah ....
       A. Lingkar kerung lengan                   C. Lingkar pinggang                      E. Tinggi duduk
       B. Lingkar badan                                D. Panjang bahu
27. Tanda garis biru pada pola busana berikut ini artinya adalah ....
           
       A. garis biru yaitu garis pola tengah belakang       D. garis biru yaitu garis lipatan
     B. garis biru yaitu garis pola tengah belakang    E. garis biru yaitu tanda kerutan                                    C. garis biru yaitu garis pola asli
28. Tanda titik-titik pada pola busana berikut ini artinya adalah ....
         ................................................................          
       A. Tanda titik-titik yaitu garis pola tengah belakang         D. garis biru yaitu garis lipatan
     B. garis biru yaitu garis pola tengah belakang    E. garis biru yaitu tanda kerutan                                   C. garis biru yaitu garis pola asli
29. Tanda strip titik- strip titik pada pola busana berikut ini artinya adalah ....
_._._._._._._._._._._._._._._.
       A. Tanda strip titik- strip titik pada pola yaitu tengah belakang
     B. Tanda strip titik- strip titik pada pola yaitu tengah muka                            
    C. Tanda strip titik- strip titik pada garis pola yaitu garis lipatan
    D. Tanda strip titik- strip titik pada garis pola yaitu guntingan
    E. Tanda strip titik- strip titik pada garis pola yaitu kerutan
30. Tanda pada pola busana berikut ini artinya adalah ....
           
      A. garis hitam yaitu garis pola tengah muka           D. garis hitam yaitu garis lipatan
      B. garis hitam yaitu garis pola tengah belakang    E. garis hitam yaitu tanda kerutan                           C. garis hitam yaitu garis pola asli
31. Tanda strip strip pada pola busana berikut ini artinya adalah ....
 ­           - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -              
      A. garis strip strip yaitu garis pola tengah muka          D. garis strip strip yaitu garis lipatan
    B. garis strip strip yaitu garis pola tengah belakang    E. garis strip strip yaitu tanda kerutan
    C. garis strip strip yaitu garis pola asli



 
32. Tanda              >>>>>>>>>>>>>>>>     pada pola busana berikut ini artinya adalah ....

      A. lipit / plooi                                                        D. Tanda kerut
    B. tengah muka                                                      E. guntingan
    C. tengah belakang
32. Tanda                                                 pada pola busana berikut ini artinya adalah ....


 
      A. lipit / plooi                                                        D. Tanda kerut
    B. tengah muka                                                      E. guntingan
    C. setengah lipit
33. Berikut ini adalah peralatan untuk menggambar pola.
      A. Jarum                                                                D. Kertas Dorslag
    B. Setrika                                                              E. Mesin press
    C. Pendedel
34. Diukur di sekeliling batas leher dengan meletakkan jari telunjuk pada lekuk leher adalah cara mengukur....
      A. Lingkar badan                                                  D. Lingkar pinggang
    B. Lingkar kerung leher                                        E. Lingkar leher
    C. Lingkar lengan
35. Diukur di sekeliling pinggang yang terkecil adalah cara mengukur....
      A. Lingkar badan                                                  D. Lingkar pinggang
    B. Lingkar kerung leher                                        E. Lingkar leher
    C. Lingkar lengan

36. Diukur pada bagian badan belakang melalui ketiak hingga melingkari payudara adalah cara mengukur....
      A. Lingkar badan                                                  D. Lingkar pinggang
    B. Lingkar kerung leher                                        E. Lingkar leher
    C. Lingkar lengan
37. Diukur dari lekuk leher di tengah muka ke bawah sampai pinggang adalah cara mengukur....
      A. panjang punggung                                            D. Lingkar pinggang
    B. Panjang muka                                                   E. Lingkar leher
    C. Lingkar lengan
38. Diukur dari tulang leher yang menonjol ditengah belakang lurus ke bawah sampai pinggang adalah cara mengukur....
      A. panjang punggung                                            D. Lingkar pinggang
    B. Panjang muka                                                   E. Lingkar leher
    C. Lingkar lengan
39. Diukur dari bawah kerung lengan sampai batas pinggang adalah cara mengukur....
      A. panjang punggung                                            D. Panjang lengan
    B. Panjang muka                                                   E. Panjang leher
    C. Panjang sisi
40. Diukur dari garis pinggang sampai 2 cm dibawah mata kaki atau sesuai keinginan adalah cara mengukur....
      A. panjang punggung                                            D. Panjang rok
    B. Panjang muka                                                   E. Panjang celana
    C. Panjang lengan
41. Ukuran yang dibutuhkan untuk membuat pola dasar badan wanita diantaranya adalah ...
     A. Lingkar panggul                                              D.  Panjang rok
     B. Lingkar pinggang                                            E.  Tinggi duduk
C. Panjang lengan
42. Ukuran yang dibutuhkan untuk membuat pola dasar lengan diantaranya adalah ...
     A. Lingkar panggul                                              D.  Panjang rok
     B. Lingkar pinggang                                            E.  Tinggi duduk
C. Panjang lengan
43. Ukuran yang dibutuhkan untuk membuat pola dasar rok diantaranya adalah ...
     A. Lingkar badan                                                 D.  Panjang rok
     B. Lingkar leher                                                   E.  Lebar panggul
C. Panjang lengan
44. Untuk memindah lipit dari pinggang ke sisi maka menggunting pola badan pada bagian ..
     A. pinggang                                                         D.  Sisi
     B.  leher                                                                E.  Salah semua
C. kerung lengan

45. . Untuk memindah lipit dari pinggang ke tengah muka maka menggunting pola badan pada bagian ..
     A. pinggang                                                         D.  TM
     B.  leher                                                                E.  Salah semua
C. kerung lengan

II. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas!

1.      Jelaskan bentuk-bentuk tubuh yang kalian ketahui!
2.      Sebutkan ukuran yang dibutuhkan untuk membuat pola dasar badan!
3.      Sebutkan ukuran yang dibutuhkan untuk membuat pola dasar lengan!
4.      Sebutkan ukuran yang dibutuhkan untuk membuat pola dasar rok!
5.      Sebutkan macam-macam garis leher yang kalian ketahui!